Kamis, 08 Januari 2015

Fluida paling kental dan paling encer?




 Memperkenalkan, kolom Mr Sotoy



Viskositas. Sebelum Mr Sotoy membahas fluida yang paling kental dan paling encer, sebaiknya kita bahas terlebih dahulu salah satu frasa yang sering didengar oleh mahasiswa teknik, terutama ketika mempelajari tentang fluida. Viskositas adalah besaran yang menunjukan kemampuan suatu fluida untuk menahan gaya geser. Terlalu sulit untuk dicerna? Mudahnya viskositas adalah ukuran kekentalan suatu fluida. Semakin tinggi viskositasnya, maka fluida tersebut semakin kental alias sulit untuk mengalir, begitupun sebaliknya. Dan apa pula itu fluida? 
Fluida adalah zat yang mengalir
Fluida adalah suatu zat yang tidak mampu mempertahankan bentuknya apabila diberi gaya geser. Dengan kata lain, fluida adalah zat yang mengalir.
Perlu diketahui bahwa fluida tidak selalu berupa zat cair. Contohnya adalah pasir. Bila kita tinjau pasir sebagai sebuah butiran, maka pasir merupakan zat padat. Namun coba tempatkan segenggam pasir di dalam sebuah gelas. Dapat kita lihat bahwa pasir tersebut akan mengikuti bentuk wadahnya, dan apabila bagian dasar wadah tersebut dilubangi, pasir tidak dapat lagi mempertahankan bentuknya dan mengalir ke bawah akibat gaya geser yang ditimbulkan oleh gaya gravitasi. Maka dapat kita anggap kumpulan pasir tersebut sebagai fluida.
Cukup dengan kuliah singkat mengenai mekanika fluida-nya. Semua pembahasan tadi cukup membuat Mr Sotoy agak pusing. Sekarang kita semua telah mengetahui arti dari viskositas dan fluida. Namun tahukah anda salah satu fluida yang memiliki viskositas sangat tinggi? Atau fluida yang memiliki viskositas sangat rendah?

Fluida Paling Kental
Salah satu fluida yang paling kental atau memiliki viskositas paling tinggi adalah resin aspal. 


Walaupun pada temperatur kamar, aspal berupa zat padat dan mampu menahan gaya impak yang tinggi, namun aspal tetaplah bersifat sebagai fluida. Tidak percaya? Berikut adalah gambar dari percobaan yang dilakukan di University of Queensland untuk “meneteskan” bongkahan aspal. 


Professor John Mainstone dari University of Queensland pada 1990, dua tahun setelah tetesan ketujuh, 10 tahun sebelum tetesan kedelapan

Percobaan ini dimulai pada tahun 1927 oleh Professor Thomas Parnell yang menyimpan sebongkah resin aspal diatas corong kaca untuk menunjukkan kepada murid-muridnya bahwa aspal adalah fluida. Resin aspal ini memiliki viskositas 230 milyar kali lebih tinggi daripada air. Butuh sekitar sepuluh tahun bagi aspal tersebut menjatuhkan tetesan pertamanya. Semoga saja tidak diharuskan untuk menunggu tetesan pertama agar dapat lulus dari kelas Professor Parnell.


Fluida Paling Encer


                Ada yang bisa menebak salah satu fluida yang memiliki viskositas paling rendah? Ya, salah. Jawabannya adalah superfluid helium. Superfluid helium ini sangat sulit untuk dibentuk karena helium mencair pada temperatur 4,2 Kelvin atau minus 268,9 derajat Celcius. Sedangkan untuk membentuk superfluid, dibutuhkan temperatur sebesar 2,2 Kelvin atau hanya dua derajat dibawah titik didihny. Apabila temperaturnya berada di antara 2,2 Kelvin dan 4,2 Kelvin, maka Helium cair ini akan bersifat seperti fluida biasa. Namun apabila gas helium diturunkan temperaturnya sampai membentuk fasa superfluid, maka helium tersebut akan memiliki viskositas yang amat sangat rendah. Begitu rendahnya sampai helium tersebut dapat dapat menembus materi lain. Akibat rendahnya viskositas superfluid helium, partikel-partikel helium ini dapat mengalir melewati susunan molekul benda yang menghalangi alirannya.



Keunikan lain yang diakibatkan oleh rendahnya viskositas superfluida ini adalah ketika sejumlah superfluid helium disimpan dalam wadah tabung dan kemudian tabung tersebut diputar secara perlahan terhadap sumbunya. Fluida normal akan ikut berputar dengan tabung karena terjadi gesekan antara fluida dengan dinding tabung, namun superfluid helium akan tetap diam. Hal ini terjadi akibat rendahnya viskositas superfluid helium, sehingga superfluida ini dapat mengalir tanpa gesekan. Jadi, jangan coba-coba mengaduk kopi bubuk dengan superfluid helium ketika di rumah kita kehabisan air.





Sumber:
www.scientificamerican.com
www.wikipedia.com
http://www.fisikanet.lipi.go.id
www.images.google.com

Senin, 28 Juli 2014

"Kawal Kemenangan" Selepas Ramadhan

Tidak terasa bulan Ramadhan tahun ini udah berlalu. Menyisakan syukur, mungkin juga beberapa penyesalan dan evaluasi atas amalan-amalan yang ingin dilakukan tapi nggak sempat terealisasi.

Yah pada hakikat nya bulan Ramadhan kan memang menjadi bulan dimana kita menjadi orang yang "sebener-benernya" orang, sebaik-baiknya orang. Di bulan mana lagi kita bisa puasa nahan nafsu tiap hari, dan shalat malam berjamaah di malam harinya, sedangkan nggak hari yang berlalu tanpa semua kebaikan yang  dilakukan di hari itu dilipat-gandakan. Kapan lagi? Jadi seharusnya Ramadhan kita manfaatkan dengan menjadi manusia yang lebih "bener" daripada sebelumnya.
Kalau biasanya solat bolong-bolong, masuk bulan Ramadhan jadi 5 waktu.
Yang biasanya solat 5 waktu di rumah, jadi selalu berjamaah di mesjid.
Buat yang jarang ibadah sunnah, jadi rajin sedekah dan baca Alquran.

Selanjutnya, pertanyaan yang harus kita jawab sama-sama adalah, bagaimana setelah Ramadhan-nya berakhir?

Ada teman yang pernah bilang, "Hasil dari bulan Ramadhan itu ditunjukin di bulan-bulan setelahnya".
Jadi selesainya Ramadhan bukan berarti berakhirrnya versi-paling-bener nya kita. Justru ini jadi kesempatan diri kita buat naik satu level dari sebelumnya. Kalo kata orang "buat jadi lebih baik". Kesempatan kita buat mulai ngincer surga, kalau pikiran ini belum pernah ada sebelumnya. Siapa sih dari kita yang nggak pingin masuk surga? Mau kita kaya, mau kita terkenal, mau jabatan kita tinggi, apa gunanya kalo di akhirat kita nggak selamet, ya nggak?
Elah di, gimana mau mikirin surga kalo dosa gua udah luber-luber ?
Nah pertanyaan ini yang jawabannya sangat sederhana. Coba renungkan sebentar ucapan Rasulullah saw ini.

Sabda rasulullah SAW, Allah Swt telah berfirman,” Hai anak Adam, sesungguhnya selama kalian mau berdo’a dan mengharap kepadaKu, nisyaya Aku ampuni segala dosa yang telah lalu darimu dan Aku tidak menghiraukan lagi. Hai anak Adam sekirannya dosa-dosamu memenuhi isi langit, kemudian kamu meminta ampunanKu, nisyaca Aku ampuni. Hai anak Adam, sekiranya kamu mengharap kepadaKu dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, tetapi kamu tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula” ( Riwayat Tarmidzi )

Rasulullah saw bersabda: "Amal yang paling dicintai Allah Ta'ala adalah amal yang terus menerus dikerjakan meskipun sedikit."

Kedua hadist ini boleh jadi menambah semangat kita biar nggak berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya, serta semangat menjaga kualitas amal kita pasca Ramadhan. Ingat coy, yang paling utama bukan besarnya amalan, tapi rutin walaupun kecil. Jangan sampai, bulan Ramadhan yang sebegitu berkahnya, lewat begitu aja. Sayang banget kalo abis Ramadhan nggak ada bekasnya sama sekali.

Bukan cuma Bapak Capres dan teman-temannya aja yang bisa kawal kemenangan. Yang lebih penting kesiapan kita buat mengawal kemenangan yang kita raih setelah melewati bulan Ramadhan tahun ini.

Terakhir, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima di sisi-Nya, semoga kita sama-sama selalu bisa jadi orang yang lebih baik seiring berlalu nya hari, dan mohon maaf bila selama ini ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak. Taqabalallahu minna wa minkum. Selamat merayakan Idul Fitri 1435 H.

maafin aku ya bang


May Allah bless you with happiness and grace your life with joy and peace.

rendang mana rendang?