Sabtu, 14 Maret 2015

Perbedaan dalam Islam

Satu kelompok Islam menentukan 1 Syawal jatuh pada hari ini. Golongan yang lain telah lebih dulu melaksanakan shalat Ied karena menganggap bahwa 1 Syawal telah jatuh pada hari sebelumnya.

Lantas, golongan mana yang benar?

Sumber Perbedaan antarUmat Muslim

Adalah suatu kewajaran apabila muncul perbedaan golongan dan kelompok dalam Islam. Perbedaan merupakan sebuah kewajaran, sunatullah, yang tidak dapat dihindari. Selama perbedaan tersebut terletak pada masalah cabang, bukan masalah yang bersifat pokok, seperti akidah.

Terdapat dua ruang ilmu dalam ajaran Islam. Ushul yang berarti pokok atau mendasar dan furu' yang berarti cabang. Antargolongan Islam, tidak ada perbedaan pada konteks yang bersifat ushul. Perbedaan pada wilayah ushul berarti telah terjadi penyimpangan.

Dalam masyarakat Islam, perbedaan yang terjadi berada pada ruang furu'. Perbedaan pada wilayah furu' merupakan kewajaran karena memang tersedia ruang untuk terjadi perbedaan. Salah satu penyebab perbedaan ini adalah adanya ayat Alquran atau hadist yang dijadikan landasan suatu hukum yang bersifat multitafsir, atau karena perbedaan pendapat mengenai sah/tidaknya suatu hadist. Contoh kasusnya adalah ayat mengenai batal/tidaknya wuhdu ketika menyentuh lawan jenis.

"Jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih)." (Qs al-Maidah/5:6)

Imam Syafi'i berpendapat bahwa menyentuh pada ayat tersebut bermakna harfiah, sedangkan Imam Abu Hanifah berpendapat pengertian menyentuh di sana berarti melakukan hubungan suami-istri. Kedua pendapat tersebut didasari pada ijtihad yang mendalam oleh para ahli tafsir dan ulama besar.

Tugas kita sebagai pihak yang lebih sedikit ilmunya adalah mengikuti hukum yang menurut kita, alasan penetapannya paling tepat, atau mengikuti ulama yang kita anggap lebih lengkap ilmunya. Begitu pula pada kasus penetapan awal bulan Syawal yang disinggung di awal tulisan.


Perbedaan pendapat telah terjadi sejak masa hidup Rasulullah saw.

Seperti yang dituliskan dalam Shirah Nabawiyah, sebelum perang Uhud, Rasulullah saw menggelar musyawarah militer. Dalam musyawarah tersebut beliau mengusulkan kepada para sahabat agar tidak perlu keluar Madinah, cukup bertahan di Madinah. Namun, sekumpulan sahabat menyarankan untuk menghadapi pasukan Quraisy di luar Madinah. Akhirnya Rasul saw mengabaikan pendapatnya sendiri dan menyetujui pendapat mayoritas untuk bertempur keluar dari Madinah.

Hal ini menunjukkan betapa Rasulullah saw menghargai perbedaan pendapat dan diselesaikan dengan musyawarah mufakat.

“Pernah ada dua orang bepergian bersama. Ketika dalam perjalanan, datanglah waktu shalat, namun mereka tidak mendapatkan air. Mereka pun tayammum dengan tanah yang suci, lalu shalat. Setelah selesai shalat, mereka mendapatkan air, sedangkan waktu shalat masih ada. Salah seorang dari mereka berwudhu lalu mengulangi shalatnya, sedangkan yang satunya tidak mengulangi shalatnya. Setelah pulang, mereka datang dan menceritakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kejadian yang mereka alami. Rasulullah berkata kepada yang tidak mengulangi shalatnya, ‘Kamu telah mengikuti sunnah dan shalat yang kamu lakukan telah cukup bagimu.’ Sedangkan kepada yang mengulangi wudhu dan shalatnya beliau berkata, ‘Kamu mendapatkan dua pahala.'” (HR. Abu Dawud dan an-Nasai, dishahihkan oleh syaikh al-Albani)

Syaikh Ibnu Baz menjelaskan maksud dari hadits ini adalah, orang yang tidak mengulangi shalatnya telah melakukan suatu yang benar karena telah mencukupkan dengan kemampuan yang ada (ketika tidak ada air). Adapun orang yang mengulangi shalatnya melakukan ijtihad. Dan maksud perkataan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa mendapat dua pahala adalah pahala dari shalatnya yang pertama dan yang kedua adalah dari ijtihadnya untuk mengulang shalatnya yang ia maksudkan untuk mengikuti sunnah Nabi.

 Menyikapi perbedaan 

Sebelum kita menghakimi suatu perbedaan, ada satu hal yang harus diingat. Bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim yang lain.

"Muslim adalah saudara muslim yang lain, dia tidak boleh menzhaliminya, membiarkannya (dalam kesusahan), dan merendahkannya. Takwa itu di sini, -beliau menunjuk dadanya tiga kali- cukuplah keburukan bagi seseorang, jika dia merendahkan saudaranya seorang muslim. Setiap orang muslim terhadap muslim yang lain haram: darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR Muslim)

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” [Al Hujuraat 10]

Pernah melihat dua saudara berbeda pendapat? Perbedaan itu akan diselesaikan dengan pengertian dan kesabaran. Jika akhirnya tetap berbeda, maka perbedaan tersebut tidak menjadi sumber perpecahan. Toleransi menjadi jalan keluar bagi keduanya.

Bila terdapat kasus dua saudara bertengkar akibat perbedaan pendapat, hal itu disebabkan kurangnya pendidikan yang mereka peroleh. Sama halnya dengan sesama muslim yang suka bermusuhan dan saling mencela.

“Mencela sesama muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekufuran” (HR Bukhari & Muslim)

Beberapa di antara kaum muslim yang sering menimbulkan perpecahan adalah mereka yang menggunakan ayat-ayat mutasyaabihaat untuk mencari-cari kesalahan muslim yang lain. Al Quran memiliki ayat-ayat muhkamaat yang memiliki tafsir yang jelas dan tegas artinya sehingga mudah dimengerti, serta ayat-ayat mutasyaabihaat, yang bersifat multitafsir, sulit dipahami, atau hanya Allah yang mengetahui artinya.
“Dia-lah yang menurunkan Al Kitab (Al Quran) kepada kamu. Di antara isi nya ada ayat-ayat yang muhkamaat, itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) mutasyaabihaat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang mutasyaabihaat daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. Dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang mutasyaabihaat, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” Dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal.” [Ali ‘Imran 7]
Dengan bekal tafsir versi golongannya, mereka dengan mudah menista ummat Islam di luar kelompoknya sebagai sesat, bid’ah, dan sebagainya.
Hal ini adalah akibat dari rendahnya ilmu serta kefanatikan golongan atau ashobiyah. Sifat ini menyebabkan suatu golongan menciptakan barier atau penghalang antara mereka dengan kelompok selain mereka. Sehingga mereka menolak semua pendapat dari kelompok selain mereka, walaupun terdapat kebenaran

Sesungguhnya Allah itu jamil (indah) dan menyukai suatu yang indah. Sombong adalah menolak kebenaran dan merendahkan manusia.” (HR. Muslim )

Padahal ulama-ulama besar Islam yang kita kenal menjunjung tinggi ukhuwah sesama muslim dalam menghadapi perbedaan. 
Salah satunya adalah Imam Ahmad bin Hambal pernah berfatwa agar imam hendaknya membaca basmalah dengan suara dikeraskan bila memimpin shalat di Madinah. Fatwa ini bertentangan dengan mazhab Ahmad bin Hambal sendiri yang menyatakan bahwa yang dianjurkan bagi orang yang shalat adalah mengecilkan bacaan basmalahnya. Tapi fatwa tersebut dikeluarkan Ahmad demi menghormati paham ulama-ulama di Madinah waktu itu, yang memandang sebaliknya. Sebab, menurut ulama-ulama Madinah itu, orang yang shalat, lebih utama bila ia mengeraskan bacaan basmalahnya.

Imam Malik pernah berkata:
“Aku ini hanyalah manusia biasa,” tukas Malik, “yang bisa benar dan bisa salah. Maka pertimbangkanlah pendapat-pendapatku. Pendapat yang sejalan dengan Al Qur’an dan Sunnah, ambillah. Sedangkan yang tidak sejalan dengan Al Qur’an dan Sunnah, tinggalkan.”
Selain itu, Imam Syafi'i juga pernah berkata:
Pendapatku benar, tapi memiliki kemungkinan untuk salah. Sedangkan pendapat orang lain salah, tapi memiliki kemungkinan untuk benar.
Kebesaran hati yang ditunjukkan ulama-ulama tersebut merupakan bentuk kesadaran bahwa manusia tidak lepas dari kesalahan dan kebenaran mutlak hanya milik Allah. Selain itu, mereka mengedepankan persatuan umat muslim yang merupakan saudara satu sama lain, serta menghindari perpecahan.

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah orang-orang  yang bersaudara." (QS Ali Imran:103)

Lantas, apa yang harus dilakukan ketika kita berbeda pendapat?

Pertama, cari titik temu. Perbedaan harus diselesaikan dengan kepala dingin dan hati yang bersih. Tidak terburu-buru, tidak ada kesombongan ataupun ashobiyah, dan dengan niat ikhlas semata-mata mencari rahmat Allah.  

"Demi kekuasaanMu, aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hambaMu yang mukhlas diantara mereka," (QS Shad:82-83).

Kedua, hindari debat kusir. Apabila harus berdebat, maka debatlah dengan cara yang baik. Namun bila perdebatan akan atau telah mendekati pertikaian, maka tinggalkanlah.

Serulah (manusia) ke jalan Rabb mu dengan hikmah dan penuh nasehat yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang baik” (QS. An-Nahl: 125)
  
nasihat Imam Syafi'i:  “Apabila orang bodoh mengajak berdebat denganmu, maka sikap yang terbaik adalah diam, tidak menanggapi. Apabila kamu melayani, maka kamu akan susah sendiri. Dan bila kamu berteman dengannya, maka ia akan selalu menyakiti hati”

Terakhir, jangan terlalu cepat menghakimi orang lain. Karena sesungguhnya kita tidak tahu apa yang ada dalam hatinya. Setiap masalah harus diklarifikasi ke pihak yang bersangkutan.

“Apakah engkau sudah membelah dadanya sehingga engkau tahu apakah hatinya berucap demikian atau tidak?” (HR. Muslim)

*****

“Apabila seorang hakim berijtihad dalam memutuskan suatu perkara dan hasil ijtihadnya itu benar, maka dia mendapat dua pahala, dan apabila hasil ijtihadnya salah, maka dia mendapat satu pahala.” (HR Bukhari dan Muslim dari ‘Amr bin ‘Ash dan Abu Hurairah)

Perbedaan adalah suatu keniscayaan. Terdapat dua jalan bagi sesama muslim dalam menyelesaikannya. Untuk bersepakat dalam kebenaran atau bertoleransi dalam perbedaan.

Bila Allah saja menghadiahi yang salah dengan satu pahala, masih adakah hak kita untuk mencela mereka yang berbeda?

Sabtu, 17 Januari 2015

Brightly Venice - Microsoft Paint

My latest work, done by MS Paint
Hope to be there someday


Brightly Venice - Microsoft Paint


Kamis, 08 Januari 2015

Fluida paling kental dan paling encer?




 Memperkenalkan, kolom Mr Sotoy



Viskositas. Sebelum Mr Sotoy membahas fluida yang paling kental dan paling encer, sebaiknya kita bahas terlebih dahulu salah satu frasa yang sering didengar oleh mahasiswa teknik, terutama ketika mempelajari tentang fluida. Viskositas adalah besaran yang menunjukan kemampuan suatu fluida untuk menahan gaya geser. Terlalu sulit untuk dicerna? Mudahnya viskositas adalah ukuran kekentalan suatu fluida. Semakin tinggi viskositasnya, maka fluida tersebut semakin kental alias sulit untuk mengalir, begitupun sebaliknya. Dan apa pula itu fluida? 
Fluida adalah zat yang mengalir
Fluida adalah suatu zat yang tidak mampu mempertahankan bentuknya apabila diberi gaya geser. Dengan kata lain, fluida adalah zat yang mengalir.
Perlu diketahui bahwa fluida tidak selalu berupa zat cair. Contohnya adalah pasir. Bila kita tinjau pasir sebagai sebuah butiran, maka pasir merupakan zat padat. Namun coba tempatkan segenggam pasir di dalam sebuah gelas. Dapat kita lihat bahwa pasir tersebut akan mengikuti bentuk wadahnya, dan apabila bagian dasar wadah tersebut dilubangi, pasir tidak dapat lagi mempertahankan bentuknya dan mengalir ke bawah akibat gaya geser yang ditimbulkan oleh gaya gravitasi. Maka dapat kita anggap kumpulan pasir tersebut sebagai fluida.
Cukup dengan kuliah singkat mengenai mekanika fluida-nya. Semua pembahasan tadi cukup membuat Mr Sotoy agak pusing. Sekarang kita semua telah mengetahui arti dari viskositas dan fluida. Namun tahukah anda salah satu fluida yang memiliki viskositas sangat tinggi? Atau fluida yang memiliki viskositas sangat rendah?

Fluida Paling Kental
Salah satu fluida yang paling kental atau memiliki viskositas paling tinggi adalah resin aspal. 


Walaupun pada temperatur kamar, aspal berupa zat padat dan mampu menahan gaya impak yang tinggi, namun aspal tetaplah bersifat sebagai fluida. Tidak percaya? Berikut adalah gambar dari percobaan yang dilakukan di University of Queensland untuk “meneteskan” bongkahan aspal. 


Professor John Mainstone dari University of Queensland pada 1990, dua tahun setelah tetesan ketujuh, 10 tahun sebelum tetesan kedelapan

Percobaan ini dimulai pada tahun 1927 oleh Professor Thomas Parnell yang menyimpan sebongkah resin aspal diatas corong kaca untuk menunjukkan kepada murid-muridnya bahwa aspal adalah fluida. Resin aspal ini memiliki viskositas 230 milyar kali lebih tinggi daripada air. Butuh sekitar sepuluh tahun bagi aspal tersebut menjatuhkan tetesan pertamanya. Semoga saja tidak diharuskan untuk menunggu tetesan pertama agar dapat lulus dari kelas Professor Parnell.


Fluida Paling Encer


                Ada yang bisa menebak salah satu fluida yang memiliki viskositas paling rendah? Ya, salah. Jawabannya adalah superfluid helium. Superfluid helium ini sangat sulit untuk dibentuk karena helium mencair pada temperatur 4,2 Kelvin atau minus 268,9 derajat Celcius. Sedangkan untuk membentuk superfluid, dibutuhkan temperatur sebesar 2,2 Kelvin atau hanya dua derajat dibawah titik didihny. Apabila temperaturnya berada di antara 2,2 Kelvin dan 4,2 Kelvin, maka Helium cair ini akan bersifat seperti fluida biasa. Namun apabila gas helium diturunkan temperaturnya sampai membentuk fasa superfluid, maka helium tersebut akan memiliki viskositas yang amat sangat rendah. Begitu rendahnya sampai helium tersebut dapat dapat menembus materi lain. Akibat rendahnya viskositas superfluid helium, partikel-partikel helium ini dapat mengalir melewati susunan molekul benda yang menghalangi alirannya.



Keunikan lain yang diakibatkan oleh rendahnya viskositas superfluida ini adalah ketika sejumlah superfluid helium disimpan dalam wadah tabung dan kemudian tabung tersebut diputar secara perlahan terhadap sumbunya. Fluida normal akan ikut berputar dengan tabung karena terjadi gesekan antara fluida dengan dinding tabung, namun superfluid helium akan tetap diam. Hal ini terjadi akibat rendahnya viskositas superfluid helium, sehingga superfluida ini dapat mengalir tanpa gesekan. Jadi, jangan coba-coba mengaduk kopi bubuk dengan superfluid helium ketika di rumah kita kehabisan air.





Sumber:
www.scientificamerican.com
www.wikipedia.com
http://www.fisikanet.lipi.go.id
www.images.google.com

Senin, 28 Juli 2014

"Kawal Kemenangan" Selepas Ramadhan

Tidak terasa bulan Ramadhan tahun ini udah berlalu. Menyisakan syukur, mungkin juga beberapa penyesalan dan evaluasi atas amalan-amalan yang ingin dilakukan tapi nggak sempat terealisasi.

Yah pada hakikat nya bulan Ramadhan kan memang menjadi bulan dimana kita menjadi orang yang "sebener-benernya" orang, sebaik-baiknya orang. Di bulan mana lagi kita bisa puasa nahan nafsu tiap hari, dan shalat malam berjamaah di malam harinya, sedangkan nggak hari yang berlalu tanpa semua kebaikan yang  dilakukan di hari itu dilipat-gandakan. Kapan lagi? Jadi seharusnya Ramadhan kita manfaatkan dengan menjadi manusia yang lebih "bener" daripada sebelumnya.
Kalau biasanya solat bolong-bolong, masuk bulan Ramadhan jadi 5 waktu.
Yang biasanya solat 5 waktu di rumah, jadi selalu berjamaah di mesjid.
Buat yang jarang ibadah sunnah, jadi rajin sedekah dan baca Alquran.

Selanjutnya, pertanyaan yang harus kita jawab sama-sama adalah, bagaimana setelah Ramadhan-nya berakhir?

Ada teman yang pernah bilang, "Hasil dari bulan Ramadhan itu ditunjukin di bulan-bulan setelahnya".
Jadi selesainya Ramadhan bukan berarti berakhirrnya versi-paling-bener nya kita. Justru ini jadi kesempatan diri kita buat naik satu level dari sebelumnya. Kalo kata orang "buat jadi lebih baik". Kesempatan kita buat mulai ngincer surga, kalau pikiran ini belum pernah ada sebelumnya. Siapa sih dari kita yang nggak pingin masuk surga? Mau kita kaya, mau kita terkenal, mau jabatan kita tinggi, apa gunanya kalo di akhirat kita nggak selamet, ya nggak?
Elah di, gimana mau mikirin surga kalo dosa gua udah luber-luber ?
Nah pertanyaan ini yang jawabannya sangat sederhana. Coba renungkan sebentar ucapan Rasulullah saw ini.

Sabda rasulullah SAW, Allah Swt telah berfirman,” Hai anak Adam, sesungguhnya selama kalian mau berdo’a dan mengharap kepadaKu, nisyaya Aku ampuni segala dosa yang telah lalu darimu dan Aku tidak menghiraukan lagi. Hai anak Adam sekirannya dosa-dosamu memenuhi isi langit, kemudian kamu meminta ampunanKu, nisyaca Aku ampuni. Hai anak Adam, sekiranya kamu mengharap kepadaKu dengan membawa sepenuh bumi kesalahan, tetapi kamu tidak menyekutukan Aku dengan sesuatu pun, niscaya Aku berikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula” ( Riwayat Tarmidzi )

Rasulullah saw bersabda: "Amal yang paling dicintai Allah Ta'ala adalah amal yang terus menerus dikerjakan meskipun sedikit."

Kedua hadist ini boleh jadi menambah semangat kita biar nggak berputus asa dari rahmat dan ampunan-Nya, serta semangat menjaga kualitas amal kita pasca Ramadhan. Ingat coy, yang paling utama bukan besarnya amalan, tapi rutin walaupun kecil. Jangan sampai, bulan Ramadhan yang sebegitu berkahnya, lewat begitu aja. Sayang banget kalo abis Ramadhan nggak ada bekasnya sama sekali.

Bukan cuma Bapak Capres dan teman-temannya aja yang bisa kawal kemenangan. Yang lebih penting kesiapan kita buat mengawal kemenangan yang kita raih setelah melewati bulan Ramadhan tahun ini.

Terakhir, semoga amal ibadah kita di bulan Ramadhan ini diterima di sisi-Nya, semoga kita sama-sama selalu bisa jadi orang yang lebih baik seiring berlalu nya hari, dan mohon maaf bila selama ini ada kesalahan yang disengaja ataupun tidak. Taqabalallahu minna wa minkum. Selamat merayakan Idul Fitri 1435 H.

maafin aku ya bang


May Allah bless you with happiness and grace your life with joy and peace.

rendang mana rendang?

Sabtu, 12 Juli 2014

Keberpihakan Media

"Berdasarkan pemantauan KPI, kami menilai, menjelang pilpres, beberapa televisi menunjukkan ketidaknetralan," - Komisioner KPI bidang pengawasan, Agatha Lily.

Jika hari ini kita membaca kalimat  "Presiden Pilihan Rakyat" tentu aneh apabila di saat itu juga kita tidak melihat wajah Prabowo Subianto, capres nomor urut satu di Pilpres 2014. Begitu juga dengan "Presiden Pilihan Kita" yang tidak lepas dari sosok seorang Jokowidodo sebagai capres nomor urut dua. Bukan rahasia lagi kalau TVOne dan MetroTV, secara terang-terangan menunjukkan subyektivitas mereka kepada salah satu capres yang berafiliasi dengan pemilik masing-masing stasiun televisi dengan cara menyuguhkan berita dengan porsi yang timpang. Berat sebelah. Ini menjelaskan bahwa media secara terstruktur melakukan pembelaan terhadap kepentingan pemilik. Kita baru berbicara mengenai media yang menunjukkan secara terang-terangan, belum media televisi ataupun media massa lain yang tidak secara jelas memperlihatkan dukungannya, namun secara halus baik kita disadari ataupun tidak untuk menggiring opini masyarakat dan menguntungkan pihak tertentu. Sehingga muncul pertanyaan di benak kita. "Adakah media yang netral?".

Kebutuhan akan media yang netral

Tentu pertanyaan mengenai adanya media yang netral perlu didahului dengan pertanyaan "Perlukah kita mengakses media yang netral?" Pengertian netral dalam pengertian penulis adalah media menyampaikan informasi yang akurat, utuh, dan berimbang. 

Sudah jelas bahwa kita membutuhkan informasi yang akurat. Akurat disini berarti semua fakta yang disampaikan haruslah sesuai dengan keadaan sebenarnya karena memang merupakan arti dari fakta itu sendiri. Predikat "benar" memang sebuah hal yang wajib ada pada informasi yang akan disampaikan oleh media. Tanpanya, si informasi akan hancur dengan sendirinya.

Namun seringkali akurat saja tidak cukup. Kita dapat dengan mudah menemui informasi yang akurat sesuai fakta, namun apakah informasi tersebut merupakan suatu fragmen yang utuh? Kesan yang diterima oleh penerima informasi tersebut serta kesimpulan dan opini yang terbentuk dapat berbeda jika fakta yang diperoleh tidak utuh. Sama seperti melihat dua anak kucing yang saling  gigit dan cakar satu sama lain. Tambahkan saja headline "Hewan kanibal saling serang dengan saudara kandungnya." Tanpa kita tahu bahwa itu memang cara mereka untuk bermain dan melatih insting berburu mangsa, tentu kesimpulan yang diambil dapat berbeda dengan keadaan sebenarnya.




Poin terakhir adalah informasi yang berimbang. Seringkali ketika kita lihat setelah berita ditayangkan dan narasi dibacakan di televisi, pembawa berita mendatangkan narasumber untuk mempermudah kita mencerna informasi atau memberikan pendapatnya melalui sebuah sudut pandang dalam menyimpulkan informasi dari berita yang ditayangkan. Semakin beragam pendapat dan sudut pandang yang dimunculkan maka akan semakin mudah kita mengambil kesimpulan yang paling tepat, dengan catatan berbagai sudut pandang dan pendapat tersebut disampaikan dengan porsi yang seimbang. Akan percuma jika banyak argumen namun porsinya timpang pada salah satu argumen sehingga menggiring opini bahwa argumen itulah yang paling tepat, padahal pada kenyataannya tidak demikian. Hal ini menunjukkan bahwa kita butuh informasi yang berimbang . 

Maka adalah sebuah kewajiban bagi media untuk netral dalam menyampaikan informasi bagi masyarakat. Bahkan hal ini diatur dalam Undang-Undang No 32 tahun 2002 Bab II pasal 2:

Penyiaran diselenggarakan berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dengan asas manfaat, adil dan merata, kepastian hukum, keamanan, keberagaman, kemitraan, etika, kemandirian, kebebasan, dan tanggung jawab. 

 Media Berpihak, salah siapa? 

 "Di era politik modern, hampir sebagian besar proses politik sesungguhnya merupakan politik yang termediakan. Artinya, perantara antara elite dan massa tidak lagi dominan dilakukan partai maupun kelompok politik, tetapi makin banyak diambil alih oleh media." Herfriady Dosen STISIPOL Candradimuka Palembang 

 Sehingga wajar jika sebagian besar media pun sesungguhnya merupakan media yang terpolitisasi -bila dapat dikatakan seperti itu-.Zaman sekarang, masyarakat tidak akan pernah jauh dari media. Hampir sepanjang waktu kita berhubungan dengan media, terutama media elektronik. Tidak heran jika orang-orang yang berkepentingan untuk membentuk suatu opini pada masyarakat menggunakan media sebagai senjata utama dalam mencapai tujuannya. Apalagi jika para pemilik media itu merupakan orang politik, sehingga mudah baginya untuk memanfaatkan media miliknya demi keuntungan politik pribadi.

Media dapat dengan mudah membantu mengemas si pemilik dalam framing pemberitaan serta mengurangi nilai jual lawan lawan politiknya. Framing dalam hal ini, adalah metode penyajian realitas di mana kebenaran tidak diingkari secara total, namun dibelokkan secara halus (Agung Sudibyo). Di negara maju seperti Amerika Serikat sekalipun, media dapat menjadi sangat menggebu-gebu bila pemerintah mengeluarkan kebijakan yang kontradiktif, namun sepi saat pemilik nya terlibat kasus hukum. 

Tanpa kita tinjau dari pemiliknya pun, sang jurnalis sendiri tanpa disadari atau tidak akan cenderung kepada pihak yang memiliki kesamaan ideologis dengannya. Sehingga zaman sekarang ini, untuk menemukan media yang independen hampir mustahil. Memang sah-sah saja pemilik dari sebuah media ataupun seorang jurnalis memiliki kecenderungan untuk memihak namun tidak berarti apa yang ditulis atau disampaikan mengesampingkan asas-asas jurnalistik, atau bahkan asal menyampaikan peristiwa. 

Kepercayaan yang jadi taruhan

Pilihan untuk menambahkan bumbu dan membelokkan kebenaran dari sebuah berita, atau menyampaikan fakta yang utuh dan akurat disertai ulasan yang berimbang, sepenuhnya berada di tangan media. Namun konsekuensinya berpengaruh langsung pada kepercayaan pemirsanya. Jangan sampai karena menyampaikan kebohongan demi kepentingan sesaat, tetapi hasilnya adalah kehilangan kepercayaan selamanya. Jangan karena nila setitik, rusak susu sebelanga. 

Atau dari awal isi belanganya adalah nila? . 

Sabtu, 24 Agustus 2013

Balada Negeri Bohong

Bagaimana jadi nya kalo seandainya di sebuah negeri,
mau rakyat bahkan pemimpin nya udah ga ada kata kejujuran lagi di kamus mereka.

Bagaimana jadi nya kalo udah ga ada lagi yang namanya saling percaya.

Bagaimana jadi nya kalo negeri yang gue maksud itu negeri kamu sendiri. Negeri kita.

Jadi. bagaimana...





Kejujuran seharusnya menjadi nilai hidup yang dipegang teguh oleh semua orang. Kejujuran lah, bukan kecerdasan ataupun kekayaan, yang menjadi bahan penilaian kita sebagai manusia. Jaman sekarang, perusahaan-perusahaan nggak usah bingung cari tenaga kerja. Banyak betebaran lulusan sarjana yang cerdas gak ketulungan. Tetapi tetep, yang jadi patokan terakhir adalah seberapa jujur kita. Orang cerdas dan kaya, tapi dalam pekerjaan nggak jujur, ditendang dia.

Sayangnya, kejujuran udah jadi barang langka , itu yang sering gue denger belakangan ini.
Tanpa sadar, orang-orang mulai meninggalkan nilai luhur itu.

Masih ragu? Oke sekarang kita absen orang-orang yang ada di sekitar kita.

Pelajar.  Nyontek
Tukang tambal ban.  Nyebar paku di jalan, biar jumlah konsumen naik.
Tukang Bakso.  Pake zat-zat pengawet yang berbahaya untuk dikonsumsi.
Guru. Nerima uang buat ngatrol nilai
Juru Parkir di kantor Samsat. Nawarin bikin SIM tembak
Juru Foto SIM di Samsat. Nawarin SIM tembak
Satpam Samsat. Nawarin SIM tembak
Polisi Samsat. Nawarin SIM tembak
Tukang Parkir Samsat. Nawarin SIM tembak (ini serius).
Mbak-mbak Timezone. Nawarin kartu Timezone tembak.
Pejabat-pejabat dan politisi. You know them better than me.
Dan lain-lain.
Maksud gue, lain-lain-lain-lain

Audience: "Apaan mana ada kartu Timezone tembak?"
Penulis: "Suka-suka gue dong!"


Hanya saja perlu digarisbawahi bahwa nggak semua-mua-muanya guru kayak gitu. Begitu juga dengan tukang tambal ban, tukang bakso, dan mbak mbak Timezone. 

Audience: "Katanya digarisbawah, kok di Bold?"
Penulis: "Komentar sekali lagi muke lu gua garis-bawahin"



Sekarang, gue akan mulai jawab pertanyaan "Gimana jadinya" di awal post ini.

Gimana jadinya negeri tanpa kejujuran? Tidak ada lagi kepercayaan antar rakyat, antara rakyat-petinggi negara, antara petinggi negara-petinggi negara. Timbul rasa curiga . Semua orang memikirkan kepentingan pribadi dan golongan, baik dengan cara halal ataupun haram sekalipun. Para pejabat dan politisi berebut kekuasaan dengan cara apapun tanpa terkecuali. Rakyat kecil saling sikut buat mengenyangkan perut. Itu semua karena mereka yakin, toh orang lain pada korup, gue juga harus korup buat ngidupin keluarga gue. 

Na'udzubillah

Mulai dari Langkah Kecil

Apa yang kita lakukan untuk mencegah semua itu terjadi? Jawabannya gampang. Mulai dari hal-hal kecil. Biasakan belajar sebelum ujian dan nggak nyontek waktu ujian. Nemu duit di jalan, biarin, atau kasi ke satpam terdekat, siapa tau yang punya balik lagi nyariin. Jangan bohong sama orang lain, terutama orang tua.

Atau, pake cara bapak Muraharjo ini


Beliau adalah penjual bensin eceran, namun ada yang berbeda dari penjual lain.

Boleh jadi, sebagian orang menganggap itu semua hal konyol. Tapi yakin deh. Hal-hal kecil diatas yang bakal membentuk karakter diri kita. Hal-hal diatas yang bakal membentuk kemuliaan kita. Hal-hal diatas, yang bakal menyelamatkan bangsa ini. Dan itu akan bener-bener terasa. Kalo nggak dimulai dari hal kecil, mau mulai darimana?

Jangan takut untuk memulai.
Ngga peduli apa kata orang.
Karena lo jujur nggak sendirian.

Lets Get Ready To Rumble

Belakangan ini gue lagi keranjingan nonton film “Hajime No Ippo – The Fighting”.


 Yah barangkali ada yang ga tau ini adalah versi anime nya komik tinju “Fight Ippo” nya Joji Morikawa. Buat ente-ente yang waktunya lagi luang, ga punya kerjaan, pacar ngga ada kuliah ngga jelas temen ngga punya, cobain deh baca komiknya.  Gue juga pengennya sih baca komik nya, ya tapi seperti  yang lo tau ketidakstabilan perekonomian mengakibatkan harga komik dunia berada pada posis tertinggi sejak 20 tahun terakhir, satu komik Ippo sampe 20 ribu perak lebih. Jadi gue nonton film nya buat ngejar cerita volume2 awal karena yang gue punya komik2 volume akhir.

Seperti yang lo tau komik2 jepang selalu punya nilai yang keren. Ya menurut gue. Kalo Onepiece dan Naruto punya nilai-nilai semacam mengejar cita-cita dan persahabatan, Ippo punyakerja keras dan semangat pantang mundur tulen. Percaya ama kata2 gue, keren tuh komik. Kaga bocah, kocak lagi.

ALHASIL, setiap hari gue selalu pengen lari pagi, push up, sit up, mukul-mukul tembok, dan kegiatan fisik lainnya buat memunculkan potensi bertinju yang meraung-raung dari dalam dada gue ini.

Tapi ya, cuma pingin. Kecuali yang bagian mukul-mukul tembok itu.

Berminggu-minggu semua keinginan di atas berstatus wacana, akhirnya salah satunya berhasil direalisasikan beberapa hari yang lalu.

Lari pagi. Sasana Olah Raga Ganesha.

Di sini terasa betul hasil dari baca dan nonton Ippo.  Pas masih putaran pertama kedua, everything’s still under control. Putaran selanjutnya mulai kerasa engap. Akhirnya di putaran keenam, gue udah memutuskan bakal berenti setelah tujuh putaran. Tapi disini keajaibannya dimulai. Kalo ibarat tinju, gue menolak down. Bahkan lebih dari itu, gue mengincar KO. Gue akhirnya memutuskan lanjut ke putaran kedelapan. SPRINT.

Hasilnya? Lumpuh total.

Kaki gue lemes kayak ga ada ototnya. Yaudah, gue duduk aja di pinggir lapangan tenis nonton bapak2 maen.

“Oke, sabarlah kaki.” Pikir gue, “Kita isitrahat dulu sampe nih bapak2 selesai maen 1 set.”

Akhirnya, 1 set berakhir. “Sip yok kita jalan.” Begitu gue mau berdiri,  “Sip  nonton 1 set lagi.” Buset nih kaki masih gemetaran.

Hal ini berlangsung sampe 3 set berikutnya.

Jadi, sangat luar biasa apa yang bisa lo dapet dari membaca sebuah komik. Inilah dasar kenapa gue merekomendasikan komik ini.

***
Ada satu  hal menarik dari post gue kali ini. Ini adalah post pertama gue setelah setengah taun terakhir (Mana tepuk tangannya?). Ini yang bakal terjadi kalo kita olahraga, dan itu baru gue sadari. Pikiran lo cerah, badan seger, perasaan yang udah berbulan-bulan ga gue rasain. So,gue kasi tips minggu ini: Laksanakanlah pendinginan dengan baik setelah lari pagi, bukannya malah nonton om-om tionghoa main tenis sambil ngomongin kasus korupsi SKK Migas.


Dan, baca Fight Ippo!

Rabu, 09 Januari 2013

ANAK MESIN BACK TO BENGKEL

KALO ditanya tentang "teknik mesin",
apa kata yang pertama kali muncul di pikiran lo?

Montir.   Bengkel.   Oli.   ceweknyadikit. 

Walaupun kata terakhir -yang sebenernya bukan kata- bakal gue hiraukan, jawaban-jawaban diatas mungkin yang bakal muncul pertama kali di pikiran kita. Ini semua karena paradigma-paradigma yang muncul di masyarakat.

Anak mesin harus bisa servis motor-lah

Anak mesin harus bisa benerin motor mogok-lah

Anak mesin kalo udah lulus kerja di bengkel-lah

Anak mesin harus pinter2 nyari jodoh dari jurusan lain-lah

Sebenernya itu juga yang jadi ekspektasi awal gue sebelum masuk jurusan ini. Gue emang tertarik sama bidang otomotif. Gue pengen bisa benerin motor kalo-kalo mogok tiba2 diajalan.
Kan keren, motor mogok, disaat orang lain harus nenteng motor sampe bengkel, kita tinggal jongkok, ngoprek sana ngoprek sini, walau ga tau idup lagi apa nggak.

Sekarang, gue mau ngelurusin paradigma-paradigma di atas dengan mengakui sesuatu.
Pengakuan terbesar dalam hidup gue.
Yak, ini dia.
Oke kita mulai.
Jadi.

gue belom bisa ngoprek-ngoprek mesin motor.



Lo nanya jurus tertinggi gue soal ngoprek motor?
Paling mentok?
masang baut
baut plat nomer

Dan satu-satunya benda yang bisa gue service?
tamiya di rumah.


Jadi kalo motor gue mogok dijalan, yah bakal sama kayak orang-orang.
Gue tenteng tuh motor,
bedanya, sebelumnya gue jongkok dulu di pinggir jalan. nangis.



TAPI ITU DULU. SEKARANG TIDAKkata Omesh

Untuk menjawab tuntutan masyarakat bahwa anak-mesin-harus-bisa-ngoprek-motor,
Gue daftarkan diri gue sebagai calon tuner. 
Itu lho, mekanik yang kerjanya service motor lo tiap 2 bulan.
Atau buat lo yang irit, tiap 4 bulan lah. Atau kalo lo kelewat iri, kayak Ihsan, 7 bulan baru di service.
Setelah gue buka motor Ihsan, ibarat orang, tuh motor gue diagnosa menderita kanker paru-paru (filter udara kotor parah), anemia (oli mesin sekarat), dan masih banyak lagi.

Rencananya gue bakal jadi tuner di acara service gratis di Mechanical Festival 2013, di ITB 2-3 Februari nanti. (jangan lupa dateng)


Jadi sekarang gue lagi belajar di salah satu kantor Honda di jalan Soekarno Hatta Bandung.
Sejauh ini udah 3 hari gue habiskan di kantor Honda itu.
Satu hari ngejajal teori plus dua hari ngebuka motor temen-temen.
Ini semua bener-bener pengalaman luar biasa buat gue. Semua hal mengenai muter-muter-sekrup, buka-buka karburator, dan lain-lain itu membuat gue merasa utuh sebagai anak mesin.

Minggu depan, gue bakal satu minggu penuh magang di Honda Kiara Condong. Sekilas, sempat terlintas gambaran di pikiran tentang masa depan gue.






BENGKEL PD. ADI MAKMUR SUKSES LANCAR JAYA AMAN SENTOSA





HANYA MENERIMA MOTOR SEHAT

Senin, 24 Desember 2012

Sesi foto-foto gak beres di Trick Art Indonesia

Suatu sore, nyokap gue teriak-teriak dengan nada agak excited dari lantai bawah.

Nyokap: "Di, liburan nanti kita harus ke Jakarta lho ya! Ada foto-foto 3 dimensi dari Jepang lho di!  TIGA DIMENSI !! Kamu harus kosongin jadwal kamu ya !"

Gue: "O..Oke bu.."

Alhasil, tadi malem keluarga gue + keluarga ibu dari Tuban, jalan - jalan ke Grand Indonesia.

Ya. Buat foto-foto.

Ke jakarta. panas-panas. 150 kilometer. 4 jam perjalanan.

Buat foto-foto.


Oke, ternyata lumayan keren sih gambar-gambarnya, jadi langsung aja cekidot hasil jepretan-jepretan disana. enjoy.


Bokap: "Bisa bayar pake kartu kredit mba? ga bawa cash nih"

Turun kasta, anaknya bayar pake ceban-an. 
(kayaknya kalo adek gue ikutan, dia bakal bayar pake recehan hasil narik becak) 


Artis pendatang baru dengan single perdananya "Nyicil Batagor"

Belom pernah ada orang (selain Mbak Ani) yang segirang ini saat berada di.. eem.. mulut hiu

 Para model harus nurut sama arahan  fotografer-papan-atas-bin-profesional (kebaya kuning) sebelum di jepret

Maha karya hasil arahan  fotografer-papan-atas-bin-profesional

jangan lupa pose cantik sebelum dimakan (Mba Eka)

Tidak!  Jangan dimakaan! Mas Herii!! Nanti siapa yang bayarin mie ayam kitaa?!


Sini om  masih ada sisa jempol kaki tadi yang nyangkut di gigi

Nah abang lo udah ga ada, jadi jangan kabur sebelum lo bayar mie ayam nya

 matador paling cool-kalem sejagad


matador paling sipit sejagad

Kakak pertama yang akhirnya bisa bertemu dengan adik pertama dan adik kedua


 Kakak pertama udah ketemu, adik kedua ditendang, udah tidak diperlukan lagi


Artis pendatang baru "Duo Asbak" dengan single perdana "Dasar Lelaki Angkatan Darat"

Mesranya penganten baru bikin sirik, jadi pingin cepet-cepet!

akhirnya nyokap gue bisa jabat tangan sama monalisa


Make some noise for the rest of  'em!!






















Demikian deh foto-foto nya
Oh ya, sekedar info Trick Art ini dibuka sampe 3 Februari 2013 lho! Jadi buat yang pada mau ngunjungin buruan aja dateng ke West Mall Grand Indonesia lantai 5.  

Have a good PP! hahahaha!